top of page

Tetap Berdiri


Kisah Para Rasul 28:3-6 (TB) Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.

Ketika orang-orang itu melihat ular itu terpaut pada tangan Paulus, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Orang ini sudah pasti seorang pembunuh, sebab, meskipun ia telah luput dari laut, ia tidak dibiarkan hidup oleh Dewi Keadilan."

Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, dan ia sama sekali tidak menderita sesuatu.

Namun mereka menyangka, bahwa ia akan bengkak atau akan mati rebah seketika itu juga. Tetapi sesudah lama menanti-nanti, mereka melihat, bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi padanya, maka sebaliknya mereka berpendapat, bahwa ia seorang dewa.


Mengisahkan halangan yang ditempuhi Rasul Paulus ketika dia dalam pelayanan memberitakan Injil. Dia mengalami kapal karam. Setelah tiba di pantai Paulus dan teman-temannya disambut oleh orang -orang di tempat itu dengan ramah dan mereka menyalakan unggun api untuk Paulus dan mereka yang ada bersama dengan dia. Orang-orang tempatan menyediakannya untuk Rasul Paulus dan teman-temannya menghangatkan tubuh mereka.Ini adalah kerana waktu itu adalah waktu yang dingin tambahan pula hari sudah mulai hujan. Pada waktu Paulus sedang menumpulkan berkas ranting-ranting kayu seekor ular beludak tiba-tiba keluar mungkin kerana bahang dari unggun api tersebut. Ular itu adalah seekor ular beludak ia menghigit tangan Paulus namun Paulus mengibaskannya.


Apa yang dapat kita pelajari dari teks ini?


Pertama, kita melihat Tuhan tidak menghentikan ular tersebut menggigit tangan Paulus. Demikian juga dalam kehidupan kita masalah, badai serta kesusahan datang melanda tanpa kita duga.Seperti kisah ular beludak( salah satu jenis ular yang berbisa yang boleh membawa kepada kematian) tiba-tiba keluar dan menggigit tangan Paulus. Sejujurnya kita pasti terkejut dan mungkin sekali fikiran kita menjadi buntu. Begitu lah dalam diri kita. Racun dari masalah -masalah sereta kesusahan-kesusahan tersebut tidak boleh menghentikan rencana Tuhan yang telah Dia tetapkan bagi kita.


Kedua, Gigitan ular itu pasti dalam kerana itu ia boleh bertaut pada tangan Paulus, namun Paulus mengibas ular itu ke dalam api. Begitulah seharusnya yang kita lakukan dalam hidup kita. Sekalipun kita sedang berjuang dalam keadaan yang sangat buruk bahkan membuat kita tidak sangguo menengadah namun tetaplah kuat. Kibaskan masalah itu. Buang semua masalah itu dan jangan diperhatikan terus -menerus kerana itu sesuatu yang sia-sia.


Ketiga, Paulus digigit ular di hadapan orang banyak. Hal tersebut mungkin pernah kita alami, di mana ada orang di sekeliling kita juga mungkin memandang kita dan berharap supaya kita jatuh. Say No! Jangan disimpan perkataan buruk dan prasangka buruk orang-orang di sekeliling kita kerana Tuhanlah hakim, bukan mereka. Jangan di simpan di dalam hati. Kibaskan, lempar jauh-jauh kerana masih ada Tuhan yang membela kita. Tetaplah berdiri dan pandanglah ke hadapan dan mulai dengan langkahmu.


Bahan Doa

1. Berdoa supaya Tuhan terus memberi kita kekuatan kecekalan hati dan ketekunan iman pada saat kita dalam situasi sukar dan kesusahan -kesusahan yang datang dan tidak kita duga.

2. Berdoa supaya Tuhan memberi pengertian ke dalam hati kita sehingga kita dapat melihat hentaman badai itu sebagai suatu alat ( sarana) yang berharga dan beerti dalam proses pembentukan Karaktor kita.

3. Minta Kasih karunia-Nya untuk kita dapat memiliki rasa damai di hati, kejernihan fikiran dan celik akal budi supaya kita terhindar dari rasa dendam dan diganti dengan Hati anugerah. Haleluya.


Lisa

Comments


bottom of page