Pilih

Pengampunan

Daripada

Kepahitan.

Kita sebagai umat manusia, tidak akan terkecuali daripada disakiti berulang-ulang kali. Kadang-kadang kita akan dilukai secara segaja ataupun secara tidak sengaja. Cara kita meresponi kelukaan tersebut akan menentukan bagaimana kita akan terjejas.

 

Jikalau kita mengampuni, kita akan mendapati bahawa kita akan boleh maju kehadapan dan mendapat kebahagiaan. Tetapi, jikalau kita memilih kepahitan, kita akan memberikan kelukaan kita menjejas sepanjang hidup kita. Kita akan terperangkap.

 

Paulus mengatakan di dalam Alkitab, “singkirkanlah segala kepahitan, keberangan dan kemarahan, pergaduhan dan umpatan, bersama segala niat jahat. Dan berbelas kasihlah satu sama lain, bersikap baik, saling memaafkan, sebagaimana Allah telah mengampunimu dalam Kristus.”

(Efesus 4:31-32 AVB)

 

Apakah antidot racun kepahitan? Pengampunan. Paulus mengatakan bahawa cara kita menyingkirkan kepahitan ialah dengan saling memaafkan, sebagaimana Allah telah mengampuni kita semua di dalam Kristus.

 

Apakah pada hari ini, kita mempunyai kepahitan akan orang lain? Boyfriend kita? Girlfriend kita? Majikan kita? Ibu bapa kita? Anak kita? Jiran kita? Kawan kita? Guru kita? Mari kita membuat keputusan untuk memberikan Yesus kebenaran untuk membuangkan kepahitan kita daripada sistem kita.

 

Mari kita memilih untuk mengampuni seseorang tersebut, sepertimana Allah telah mengampuni kita dalam Kristus. Biar Tuhan yang membebaskan kita daripada kepahitan dan memberi ruang di dalam hati kita untuk kebaikan dan belas kasihan.

 

Yesus mengajar kita berdoa dan Dia mengajar kita “Ampunkanlah kesalahan kami sebagaimana kami mengampuni mereka yang bersalah terhadap kami.” 

(Matius 6:12 AVB)

 

Inilah saranan Tuhan kepada kita.

 

Mungkin saudara-saudari telah dilukai dengan begitu dalam sekali.

Mungkin saudara-saudari memikirkan bahawa adalah mustahil untuk mengampuni seseorang tersebut.

Sebab itu, kita memerlukan Yesus Kristus.

 

Hanya dengan kuasa kasih Tuhanlah yang dapat membebaskan kita daripada kepahitan.

 

“Kepahitan membelenggu kehidupan: kasih melepaskannya,

Kepahitan melumpuhkan kehidupan: kasih memperkasakannya …”