top of page

Menghidupkan Kembali Pengharapan Kita


Bacaan Alkitab: Yesaya 15-24


Dalam bacaan Alkitab hari ini, Yesaya menggunakan petikan yang panjang lebar untuk menggambarkan kehancuran yang akan dialami oleh negara-negara jiran Israel di mana mereka akan diinjak-injak oleh kereta kuda. Sama ada itu adalah Jalan besar Raja Moab, perairan Damsyik, berhala Kush, kuda Mesir, malah umat Tuhan, orang Israel, tidak akan terkecuali.


Betapa ngerinya umat Tuhan ketika mereka menyaksikan kuasa yang pada mulanya mereka harapkan untuk bersekutu runtuh dengan begitu teruk.

Tuhan mengingatkan mereka melalui nabi bahawa tidak ada yang akan dapat berdiri di hadapan penghakiman-Nya kecuali mereka yang memandang kepada-Nya. Israel akan menjadi milik warisan- Nya, bahkan Mesir akan menjadi umat-Nya, dan Asyur adalah buatan tangan-Nya. Orang tidak akan melihat kepada mezbah-mezbah, tiang-tiang Asyera dan mezbah-mezbah ukupan yang mereka buat dengan tangan mereka, tetapi mereka akan memandang kepada Pencipta mereka dan mengalihkan pandangan mereka kepada Yang Maha Kudus orang Israel.


Bukankah Covid-19 juga telah menyebabkan apa sahaja yang kita harapkan terhalang dan berkecai? Inflasi dan kemelesetan ekonomi, sistem perubatan yang lesu dan membebankan, kehilangan kekayaan dan kesihatan, varian virus, ketidaktentuan pasaran dan, lebih teruk lagi, cabaran yang tidak diketahui dan rasa putus asa di atas politik dan pihak berkuasa negara kita. Siapakah yang harus kita percaya? Dan kepada siapakah kita akan berpaling?


Seruan nabi harus berkumandang kepada generasi ini. Kita harus meninggalkan berhala-berhala yang tidak berharga dan hanya melihat kepada sumber pengharapan kita, yaitu Tuhan yang bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan mereka yang mengasihi Dia dan yang telah dipanggil untuk tujuan-Nya.


Doa:

Tuhan Yesus, apabila dunia berada dalam keadaan huru-hara dan tiada siapa yang dapat memberitahu saya apa yang perlu saya lakukan, saya hanya mampu berpaling kepada-Mu dan mencari kebijaksanaan-Mu. Sebab Engkau telah mengatakan kepada saya, supaya jangan kuatir tentang apa pun, tetapi dalam setiap keadaan, dengan doa dan permohonan, dengan ucapan syukur, sampaikanlah permohonan saya kepada-Mu. Amin.


Tan Poh Kian, NECF


Comments


bottom of page