Baptisan Kristus
- 4 days ago
- 2 min read

Meneladani Kerendahan Hati Kristus - Hari 4
Baca Matius 3:13-16.
Wilayah Galilea di Israel utara terkenal dengan Tasik Galilea yang sebenarnya adalah tasik air tawar yang sangat besar. Air dari tasik tersebut mengalir ke selatan menuju Sungai Yordan. Yesus tinggal di Nazaret, sebuah kota kecil di Galilea, sementara Yohanes membaptis orang-orang di Sungai Yordan dekat Yerikho. Jarak di antara kedua-dua tempat tersebut ialah sekitar 130-145 km.
Yesus telah melakukan perjalanan dari Galilea ke Sungai Yordan hanya untuk dibaptis oleh Yohanes. Namun, Yohanes ragu-ragu dan cuba memujuk-Nya agar tidak melakukannya. “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu,” katanya, “jadi mengapa Engkau datang kepadaku?”
Yohanes tahu siapa Yesus. Ketika para imam dan orang Lewi bertanya kepada Yohanes siapa Dia, Yohanes menjawab, “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal .dan yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.” Keesokan harinya, ketika Yohanes melihat Yesus datang kepadanya, dia berkata, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”
Pertanyaannya adalah: apakah Yesus perlu dibaptis? Jawapannya adalah tidak sama sekali. Yesus tidak berdosa dan tidak perlu bertaubat. Namun, Dia telah berjalan kaki selama berhari-hari untuk dibaptis oleh Yohanes meskipun Dia tidak memerlukannya. Lalu mengapa Dia melakukannya? Dia melakukannya untuk melaksanakan semua yang Tuhan kehendaki daripada-Nya. Pembaptisan itu lebih daripada sekadar upacara. Itu menunjukkan kerendahan hati-Nya kerana Dia dengan rela tunduk kepada autoriti meskipun Dia adalah Tuhan yang menjelma.
Maka, tidak hairanlah jika ketika Yesus keluar dari air setelah pembaptisan-Nya, langit terbuka dan Ia melihat Roh Tuhan turun seperti burung merpati dan hinggap di atas-Nya. Seperti kata Yakobus 4:6, ““Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
Doa
Tuhan, saya mengakui roh ketidaktaatan saya. Saya sering kali tidak hormat, tidak taat, dan terlalu pemberontak untuk tunduk kepada kuasa dan perintah-Mu. Saya telah menyerah kepada kesombongan dan keangkuhan daripada kerendahan hati dan kelemahlembutan. Tolonglah saya untuk meneladani kerendahan hati Kristus agar mendapatkan perkenanan-Mu.
Gereja
Bapa, tolonglah gereja-Mu untuk menjadi seperti Yesus, yang mengambil sifat seorang hamba, memilih untuk menyamakan Diri-Nya dengan kita dan menyerahkan kehendak-Nya kepada Tuhan.
Bangsa
Kami berdoa agar kerajaan gabungan sekarang menegakkan kedaulatan undang-undang sebagaimana termaktub dalam Perlembagaan Malaysia. Kiranya ada kestabilan yang sangat penting untuk menarik pelaburan asing untuk masa depan bangsa kita. Amin.




Comments