top of page

Cari

3266 results found with an empty search

  • Makan Firman

    Shalom dan Selamat pagi saudara-saudari dalam Tuhan kita Yesus Kristus dengan doa ucapan syukur dan pujian. Renungan Firman Tuhan kita pada pagi ini: "Makan Firman" ("Feeding on Scripture") 'Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.' (Matius 4:1-11, ay.4) ('Man shall not live on bread alone, but on every word that comes from the mouth of God.' v4) Renungan: Hari ini kita akan menggunakan satu ahri lagi untuk merenung akan ungkapan 'makan' buku. Ada satu cerita yang sangat menyedihkan tentang seorang biskop (bishop) di Alexandria, pada beberapa abad yang lalu, kepercayaan dengan pesanan untuk 'makan buku' seharusnya diambil secara literal, dan karena itu, dia makan kepingan-kepingan dari Alkitab fisikal. Sangatlah sedih karena dia sakit dan mati selepas memakan sebagian besar dari kitab Ratapan! Firman kita pada hari ini, memberitahu bahawa kita bukan hidup karena roti sahaja, melainkan karena setiap firman yang keluar daripada mulut Allah. Selalu orang Kristian berbicara apakah Allah mengehendaki manusia untuk makan sayur saja (vegetarians) bila dunia diciptakan. Veganism dan vegetarianism telah menjadi semakin popular. Seharusnya tiada pertikaian sebenarnya, bahawa manusia diciptakan dalam rupa Allah, dan sedemikian rupalah untuk memakan firman. Kita hidup secara jasmani daripada makanan dan hidup secara rohani daripada memakan Firman Allah. Orang Kristian harus "makan" dari Alkitab. Kita tidak hanya belajar Alkitab tetapi "memakan-nya" juga. Tujuan memahami Firman bukan hanya supaya kita menyimpanya dalam pikiran kita sahaja sebagai pengatahuan, tetapi juga ia memampukan kita untuk hidup seperti yang Allah kehendaki pada permulaan kehidupan kita. Kita harus mengambil Firman itu kedalam hidup kita seperti yang Eugene Peterson katakan, 'iah akan menjadi perbuatan kasih, cawan air sejuk, misi kedalam Dunia, kesembuhan dan penginjilan dan keadilan dalam nama Yesus.' Bila kita "memakan" Buku itu ia akan masuk kedalam tubuh badan kita dan menjadi sebagian daripada tubuh kita. Bila banjir kekuatiran atau kesedihan dan duka menyerang kita, buku itu akan tinggal tetap - didalam kita. Ayat-ayat rujukan: Ulangan 8:1-3; Mazmur 119: 97-104 Doa: Bapa Syurgawi, tolongkan saya untuk melakukan sesuatu kebiasaan dan keinginan untuk menjadi seperti rasul-rasul Engkau dan yang lain untuk 'memakan' Buku KehidupanMu. Biarlah ia dapat menjadikan saya mengenal kepentingan makanan harian rohani dalam kehidupan saya. Dalam nama Yesus. Amin. Rev. Gerawat Maran

  • Kirbat Kulit Baru

    Pr. Eddy Marson

  • "Makan Buku"

    Shalom dan Selamat pagi saudara-saudari dalamYesus Kristus dengan doa ucapan syukur Dan pujian. Renungan Firman Tuhan kita pada pagi ini: "Makan Buku" ("Eating the Book") 'Maka kubukalah mulutku Dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan.' (Yehezkiel 2:9-10; 3:1-15, 3:2) Renungan: Rasul Yohanes, bukan yang pertama orang didalam Alkitab, yang disuruh untuk memakan naskah atau buku. Yehezkiel, seperti firman yang kita baca hari ini, telah diberikan sebuah buku dan disuruh memakanya. Yeremia, juga 'makan' penyetaan Allah (lihat Yer.15:16) Kenapa Yeremia, Yehezkiel dan Yohanes 'makan' firman yang dari Allah? Kerana, kesemua mereka ini hidup pada hari yang dipaksa menjadi serupa dengan kedudayaan pada masa itu dan norma itu sangat kuat pada zaman mereka. Tugas mereka sebagai nabi, menuntut mereka hidup dengan gaya yang berlainan - gaya hidup yang datang dari mulut Allah yang mereka layani dan sembah. Makanan Firman Allah yang diberikan kepada mereka, yang dimakan oleh mereka, memampukan mereka berbicara dengan kata-kata yang penuh dengan kuasa dan jelas. Yohanes, Yehezkiel dan Yeremia adalah model yang baik untuk pemberita-pemberita yang mempunyai tanggungjawab untuk membentuk umat Allah secara rohani pada waktu pertentangan Alkitab dengan kebudayaan. Tetapi mereka harus 'memakan' Alkitab iaitu Injil Kristus dahulu. Selalu banyak saripada kita - termasuk hamba Tuhan - menganggap Alkitab sebagai makanan biasa saja - yang hanya kan memberi perasa dimulut saja. Bagaimanapun, kita berhenti untuk menikmati makanan itun dengan sepenuhnya. Benar, dengan hanya cukup mengenal sedikit Firman itu, dapat memberikan kita makanan rohani, tetapi hanya mereka yang mengambil masa untuk menyelidiki dan mendalami firman Tuhan sahaja akan mendapat kekuatan rohani. Bagaimanakah Gereja Kristian dapat hidup bertahan dalam zaman-zaman dahulu? Karena orang-orang Kristian telah dibentukkan oleh Firman Allah, mereka memakan Firman itu dan Firman itu masuk kedalam sistem hidup mereka. Buku itu menjadi sebagian hidup; darah dan daging mereka. Ayat-ayat rujukan: Keluaran 13:1-10; Ulangan 6:1-9 Doa: Bapa, berilah saya keinginan untuk makan Firman-Mu, bukan hanya pada masa ada masalah sahaja, tetapi tiap-tiap hari, agar saya menjadi kuat dan dapat berbicara tentang Firman-Mu pada masanya. Segala kemuliaan dan hormat bagi nama-Mu. Amin. Rev Gerawat Maran

  • Menyemai Jiwa

    Shalom dan Selamat pagi saudara-saudari dalam Tuhan kita Yesus Kristus dengan doa ucapan syukur Dan pujian. Renungan Firman Tuhan kita pada pagi ini: "Menyemai Jiwa" ("Cultivating the soul") 'Tuhan Allah mengambil manusia itu Dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan Dan memelihara taman itu.' (Kejadian 2:4-15, ay.15) ('The Lord God took the man and put him in the Garden of Eden to work it and take care of it.' v15) Renungan: Thomas Moore, dalam bukunya "Memelihara Jiwa" (care of the soul) sangat memberi impak sehingga menusuk ke hari orang-orang Kristian in USA, katakan, 'setiap orang patut mengetahui bahawa kita tidak boleh hidup selain dari membangkitkan jiwa.' Seseorang membawa temannya melihat kebunnya yang cantik, di mana kebun itu merupakan hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, kebunnya itu merupakan tanah yang liar dan tiada bentuk dan warna tanaman yang pelbagai. Tetapi oleh kerana berkat jerih payahnya, tanah yang liar itu menjadi sebuha kebun yang sangat cantik. Oleh kerana kebunya yang cantik dan mengaggumkan itu, temannya pun berkata, 'Bagaimanakah Allah patut di puji dalam kerja keras seperti ini.'? Pemilik kebun dengan segan dan berkata, 'Ya, Allah patut di puji, tetapi kamu patut lihat apabila semua ini merupakan miliknya dan untuk diri-Nya!' Orang itu bukan tidak menghormati Allah, tetapi dia ingin mengatakan bahawa Allah merupakan pencipta; dan manusia perlu memelihara apa yang Dia buat karena kejatuhan (fall) telah mencemarkan ciptaanNya. John Wesley, iaitu pengasas Gereja Methodist (Methodism), menunggang basikal sejauh 250,000 batu selama bertahun- tahun dalam waktu pelayanannya. Beliau selalu berkhutbah sebanyak sepuluh kali seminggu. Tambahan lagi, dia amat gemar menggunakan surat-surat untuk menginjil kepada orang tentang berita baik. John Wesley, selalu dihimpit permasalahan-permasalahan dan mempunyai masa yang minimal, tetapi beliau merupakan seorang Kristian yang paling berpengaruhi, yang pernah hidup. Mengapa dia sangat berhasil? Dia berhasil (fruitful) karena dia telah belajar rahasia menggunakan masa dengan Allah. Dia telah memastikan walaubagaimana sibuk kehidupanya, akar-akar kehidupan rohani menarik sumbar-sumbar yang Allah berikan. "Walaupun saya selalu tergopoh-gopoh" katanya, "saya tidak tergesa-gesa' ('in a hurry'). Kita harus mengambil isi dari pada buku orang yang terkenal ini, jika kita jujur (honest), terlalu banyak yang tergopoh-gapah (in a hurry) untuk mengambil masa untuk melihara (to nurture) Jiwa kita. Ayat-ayat rujukan: Mazmur 128:1-6; Amsal 24:30-34 Doa: Bapa, yang murah hati, saya melihat hanya mereka yang akar-akarnya sampai ke dalam Engkau, berdiri terhadap desak-desakkan dalam hidup ini. Biarlah pikiran ku selaras dengan pikiran Mu, dan kehendakku beralas dalam kehendak Mu. Dalam nama Yesus. Amin. Rev. Gerawat Maran

  • Sukacita Baru

    Pr. Eddy Marson

  • Satu Perkara Yang Krusial

    Shalom dan Selamat pagi saudara-saudari dalam Tuhan kita Yesus Kristus dengan doa ucapan syukur dan pujian. Renungan Firman Tuhan kita pada pagi ini: "Satu perkara yang krusial" ("A crucial issue") 'Sesungguhnya, aku percaya, akan melihat kebaikkan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup' (Mazmur 27:1-14) ('I am remain confident of this: I will see the goodness of the Lord in the land of the living!' (v13). Renungan: Isu yang selalu dikaitkan dari permulaan renungan ialah bahawa kita tidak akan mengalami hidup yang teguh yang Allah inginkan, kecuali akar-akar hidup kita masuk kedalam Dia, seperti yang Yeremia sebut dalam pembacaan yang kita baca pada renungan sebelumnya, ('Di berkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!') Yeremia 17:7. Karena itu, pertanyaan yang pertama kita harus tanya diri kita ialah: Berapa dalamkah kepercayaan kita kepada Allah dan berapa besarkah pengharapan kita kepada Dia? Satu hal yang pasti kita mahu tahu ialah, seberapa dalamkah kita di dalam Dia; Jika kita mempunyai keraguan dan tidak yakin terhadap Dia. Sepanjang bertahun lamanya saya menjadi seorang yang lahir baru, saya yakin bahawa kita susah mendapat damai dan tinggal dalam ketenangan kecuali kita yakin akan kasih dan kebaikkan Allah. Kadang-kala kasih dan kebaikkan Allah boleh dipersoakan melalui pristiwa-pristiwa seperti tsunami dan bencan-bencana yang semulajadi ( natural disasters ); seperti guruh, kebakaran dan gempah bumi, atau apabila Allah menyangkali kita dengan memberi kita pencobaan untuk menyelematkan kita. Keraguan tentang kasih dan kebaikkan Allah selalu di bandingkan dengan fakta salib, Allah yang mengasihi sehingga memberi Anak-Nya untuk mati bagi kita dan menyerahkan Anak-Nya untuk mereka yang percaya kepada-Nya. Oleh itu, kekekalan di surga seharusnya baik. Kita tidak selalu menjawab soalan-soalan orang yang menggunakan bencana-bencana yang berluasa untuk menyoal sifat Allah, tetapi kita mempercayai Allah dengan iman. Seperti Pemazmur dalam teks hari ini, kita percaya bahawa bila perkara di nyatakan, Allah akan kelihatan adil Ddn benar dalam jalanNya menguruskan bumi Nya. Di sini, dalam dunia ini, kita merasa megah bertanya pertanyaan-pertanyaan, tetapi kita kurang mengerti akan jawabannya. Tetapi, hal yang paling krusial dalam kehidupan kita adalah mempercayai kebaikkan Allah dalam setiap perkara yang terjadi! Ayat-ayat rujukan: Mazmur 23:1-6; 56:1-4 Doa: Bapa yang indah, ajarlah saya agar tidak pernah berputus asa dalam pengharapan kepadaMu. Saya tahu bahwa dalam setiap perancangan saya, Engkau yang akan memutuskanNya untuk kebaikkan saya. Keputusan Engkau itu akan menjelaskan semuanya. Tolongkan saya, seperti Yeremia, mempercayai dan menyakini Engkau dengan iman. Dalam nama Yesus. Amin. Rev Gerawat Maran

  • Bahasa Roh

    Pr. Eddy Marson

  • Dimana Kehidupan Didapati

    Shalom Dan Selamat pagi saudara-saudari dalam Tuhan kita Yesus Kristus dengan doa ucapan syukur dan pujian. Renungan Firman Tuhan kita pada pagi ini: "Dimana kehidupan didapati" (Kolose 3:1-17, ay.3) ( "Where life is found" , v3) Renungan: Jika kita tidak berhati-hati, kita tidak akan berakar dalam segi kerohanian, dan bukanya hanya dengan menarik apa yang dapat mempertahan kita daripada akar-akar serupa saja: seperti pribadi kita yang tidak dapat masuk ke dalam Allah. Jika akar-akar rohani kita tubuh hingga kedalaman, situasi-situasi kehidupan yang negatif tidak akan mempunyai pengaruh yang kuat dalam kehidupan kita. Melainkan, kita hanya bersandar kepada Allah untuk masa kesukaan, keberhasilan dan disaat kita merasakan kepuasan kehidupan. Keberhasilan kita di tentukan dengan jenis akar-akar kita yang masuk kedalaman pribadi kita. Mereka yang hanya meresponi dengan ke-lima lima deria manusia (five senses) dipanggil oleh Yeremia sebagai, 'berharap kepada manusia' (Yeremia 17:5). Dalam kehidupan orang yang seperti ini, keberhasilan akan menjadi pengukur tahap kerohanian mereka; disaat mereka tidak berhasil, maka disitulah terjadinya kejatuhan dalam kerohanian mereka, tetapi jika sebaliknya, mereka akan menjadi maju dalam kerohanian mereka. Keadaan rohani yang jatuh bangun seiring dengan kondisi kehidupan ini seakan-akan seperti pohon anggur yang akar-nya tidak begitu dalam dan tidak subur atau gagal mengikut keadaan yang berlaku diatas permukaan tanah - hujan atau kemarau. Sangat menyedihkan apabila seorang Kristian yang hidup-nya seperti rasul Paulus memberitahu kita pada hari ini, bahawa kehidupanya seakan-akan tersembunyi bersama dengan Kristus, dan hanya mencari Allah bergantung kepada kebaikkan hidup yang dipengaruhi oleh beberapa keadaan seperti, keadaan ekonomi, berharap untuk keberhasilan parti politik masing-masing atau untuk persekolahan anak-anak mereka; pengasihan majikan atau untuk keadaan pasangan mereka . Tidak salah terbeban bergantung atas pengaruh perkara-perkara seperti ini, tetapi mereka bukan hal di mana kehidupan kita boleh didapati. Hidup kita hanya boleh didapati di dalam Allah. Aliran dari dalam setiap orang Kristian ialah sumbar air yang tidak bergantung atas situasi-situasi kehidupan, tetapi atas persekutuan dengan Allah. Aliran sumbar air ini mengalir sepontan tidak kira kemarau atau tidak. Orang-orang Kristian yang akar-akarnya masuk kedalaman akan medapat, 'aliran-aliran sebuah sungai kesukaan Kota Allah. (Maz.46:4) Ayat-ayat rujukan: Hab. 3:17-18; Kolose 1:3-6, 9-14 Doa: Bapa yang indah dan pengasih, Engkau telah tunjukkan kepada kami di mana kehidupan yang benar di dapati iaitu didalam Yesus. Walaupun kami memerlukan kebergantungan kami kepada orang lain, biarlah kami terus mengenal bahwa Yesus, ialah yang diaatas permasalahan dan kehidupan kami yang dimana kami harus bergantung sepenuhnya. Dalam nama Yesus Kami berdoa. Amin. Rev. Gerawat Maran

bottom of page