Yesus Mengambil Roti
- Komuniti Digital 05

- 3 hours ago
- 2 min read

Kemudian Yesus mengambil roti, mengucap syukur lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, sambil berkata, “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan untukmu; lakukanlah ini sebagai peringatan kepada-Ku.” Lukas 22:19 AVB
Yesus mengambil roti, lalu Dia mengucap syukur kepada Allah. Dia memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya. Dia berkata kepada mereka: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan untukmu; lakukanlah ini sebagai peringatan kepada-Ku."
Roti jamuan Paskah diberikan erti baru, iaitu roti yang melambangkan tubuh Kristus yang menjadikan diri-Nya sebagai korban untuk pengampunan dosa semua manusia. Dia menyerahkan diri-Nya untuk dikorbankan di atas kayu salib bagi menebuskan setiap manusia daripada hukuman dosa.
Pada zaman Perjanjian Lama, Allah akan mengampunkan dosa manusia melalui korban persembahan berbentuk haiwan yang tidak ada cacat cela. Darah binatang itu akan memeteraikan pendamaian antara manusia dengan Allah. Hal ini bukan bermaksud bahawa darah binatang itu dapat menghapuskan dosa manusia tetapi Allah sendiri yang melakukannya demi manusia.
Pada zaman Perjanjian Baru pula, Tuhan Yesus membuat perjanjian yang baru untuk mendamaikan manusia dengan Allah. Di bawah perjanjian ini, Yesus akan mati sebagai Domba Allah kerana rela menanggung dosa manusia. Tidak seperti darah domba, darah Yesus akan menghapuskan dosa orang yang percaya kepada-Nya.
Oleh itu, Yesus memerintah semua orang yang percaya kepada-Nya untuk mengadakan perjamuan sebagai peringatan atas pengorbanan-Nya yang menjadi dasar bagi pengampunan dosa setiap manusia. Setiap kali kita mengadakan perjamuan suci ini, kita harus mengingati apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus di kayu salib dan memberitakan kematian-Nya sehingga Dia datang kembali. Inilah harapan yang kita nanti-nantikan sebagai orang yang percaya dan taat setia kepada-Nya.
“Inilah tubuh-Ku yang diserahkan untukmu; lakukanlah ini sebagai peringatan kepada-Ku.”
Doa:
Ya Tuhan Yesus, aku datang kepada-Mu dan mengucap syukur kepada-Mu atas pengorbanan-Mu bagi mengampunkan dosa-dosaku. Berkat pengorbanan-Mu, aku beroleh hidup kekal dan menjadi anak Allah. Terima kasih atas kasih kurnia dan belas kasihan-Mu, ya Tuhan. Dalam nama Penyelamatku yang maha agung, aku berdoa. Amin.
Pr Patrick Taie




Comments