top of page

Dalam Kebingungan Mereka, Malaikat Muncul

  • Mar 1
  • 2 min read

Mereka berdiri di situ dan berasa kebingungan tentang perkara ini. Tiba-tiba ada dua orang yang berpakaian berkilau-kilauan, berdiri di sisi mereka. Lukas 24:4 AVB

 

Pada hari pertama minggu itu, iaitu pada hari Ahad, perempuan-perempuan yang datang bersama Yesus dari Galilea pergi ke makam-Nya ketika masih awal pagi lagi dengan membawa ramuan rempah yang telah disediakan mereka.

 

Merempahi jenazah merupakan adat pengebumian orang Yahudi. Amalan merempahi jenazah biasa dilakukan oleh orang Yahudi dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru supaya jenazah tidak lekas reput dan hancur serta berbau harum. Jenazah yang dirempahi dan dikapan akan dibiarkan reput hingga tinggal tulang. Kemudian tulang-tulang itu akan dikumpulkan, dimasukkan di dalam peti tulang dan ditempatkan di permakaman keluarga.

 

Oleh itu, pada awal-awal pagi lagi para perempuan itu datang untuk merempahi jenazah Yesus sebagai tanda penghormatan, kasih dan kesetiaan kepada-Nya. Mereka bukan hanya bersama Yesus sewaktu pemakaman-Nya tetapi mereka juga datang awal pagi pada hari pertama minggu untuk melumuri jenazah Yesus dengan ramuan rempah.

 

Sewaktu mereka tiba di makam Yesus, alangkah terkejutnya mereka kerana batu penutup pintu makam itu telah digulingkan dari makam. Apabila mereka masuk ke dalam, jenazah Yesus tiada lagi. Mereka berdiri di situ dan berasa kebingungan tentang perkara ini. Tiba-tiba ada dua orang yang berpakaian berkilau-kilauan, berdiri di sisi mereka. Para perempuan itu sangat takut lalu menundukkan muka ke tanah. Kedua-dua orang itu berkata kepada mereka, “Mengapakah kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati? Dia tiada di sini. Dia sudah bangkit! Ingatlah apa yang telah dikatakan oleh-Nya kepadamu ketika Dia di Galilea: ‘Anak Manusia harus diserahkan kepada orang berdosa. Dia akan disalib dan bangkit pada hari yang ketiga.’ ” Maka mereka pun teringatlah akan kata-kata Yesus.

 

Demikian juga dengan diri kita. Pada saat kita menempuh keadaan yang membingungkan, pada saat itulah Allah pasti akan menolong kita dengan memberikan pengertian yang datang daripada-Nya. Oleh itu, jangan biarkan diri dalam kebingungan tetapi berfokus pada Allah untuk mendapatkan pertolongan atau penyelesaian.

 

Doa:

Ya Bapa yang di syurga, dalam kebingungan tolonglah aku untuk mengalihkan pandanganku kepada-Mu. Biarlah Roh Kudus-Mu menolong aku untuk mengerti jalan-Mu agar setiap tindakanku akan mendapat perkenan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


Pr Patrick Taie

Comments


bottom of page