top of page

Tangisilah Diri Kita Sendiri

  • 1 day ago
  • 2 min read

Yesus berpaling kepada mereka lalu berkata, “Kaum perempuan Yerusalem, janganlah tangisi Aku melainkan tangisilah dirimu dan anak-anakmu sendiri.Lukas 23:28 AVB

 

Ketika para askar membawa Tuhan Yesus ke Golgota, iaitu tempat orang disalib, ramai orang mengikut Yesus. Pelaksanaan hukuman mati disalib dalam khalayak ramai pasti akan menarik perhatian banyak orang. Apa lagi orang yang dijatuhi hukuman ialah Yesus! Mereka teringat apa yang pernah dilakukan Yesus untuk mereka lalu berduyung-duyung datang mengikut-Nya. Mereka itu tidak bermusuhan dengan-Nya.

 

Antara mereka yang mengikut Yesus ialah beberapa orang perempuan. Mereka sangat terharu dan bersimpati dengan-Nya sehingga menangisi serta meratapi-Nya secara terang-terangan. Bagi mereka, hukuman yang dijatuhkan kepada Yesus adalah tidak wajar dan tidak adil. Dengan penuh keprihatinan, Yesus berpaling kepada mereka lalu memberitahu mereka supaya tidak menangisi-Nya tetapi menangisi diri mereka dan anak-anak mereka.

 

Mengapakah Yesus menasihati kaum perempuan yang menangisi dan meratapi-Nya supaya mereka tidak berbuat demikian? Sebaliknya, mereka hendaklah menangisi dan meratapi diri mereka dan anak-anak mereka sendiri. Yesus menghargai simpati mereka dan dalam penderitaan Dia masih berkata-kata kepada mereka. 

 

Sesungguhnya, kematian Yesus di kayu salib bukanlah satu tragedi yang perlu diratapi. Dia dihukum dan menderita semuanya demi menanggung dosa mereka dan dosa anak-anak mereka. Dengan itu, mereka harus menangis diri mereka sendiri dan bukan diri Yesus. Selain itu, Yesus memberikan amaran tentang kebinasaan dan kesengsaraan yang akan menimpa kota Yerusalem. Masa akan datang apabila musuh-musuh akan mengelilingi Yerusalem dengan sekatan, lalu mengepung dan mengasaknya dari semua arah. Pada masa tersebut kaum perempuan dan anak-anak akan mengalami penderitaan yang paling teruk. Keadaan menjadi sebegitu dahsyat sehingga orang akan berkata, Diberkatilah perempuan yang tidak pernah mengandung, melahirkan dan menyusui anak!” 

 

Itulah sebabnya Yesus mengalihkan perhatian mereka untuk menangisi dan meratapi diri mereka sendiri dan bukan diri-Nya. Dengan kata lain, Yesus tidak menagih simpati mereka tetapi mengalihkan fokus mereka kepada keadaan sebenar hidup rohani mereka dan perlunya mereka bertaubat. Demikian juga dengan diri kita pada hari ini. Kita harus menangisi dan meratapi diri kita sendiri atas dosa kita. Hendaklah kita menaruh kepercayaan kepada Tuhan Yesus supaya Dia mengampuni kita dan memberi kita hidup baru serta hidup kekal. Apa yang penting ialah kita menerima Yesus sebagai Penyelamat kita.

 

Doa:

Ya Bapa yang di syurga, ajarlah aku untuk memperhatikan diriku agar perjalanan hidupku menurut jalan dan kehendak-Mu. Bukan dengan kegagahanku dan bukan dengan kekuatanku, melainkan dengan Roh Kudus-Mu sehingga aku dapat mengakhiri perlumbaan hidupku dengan setia dan baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


Pr Patrick Taie

Comments


bottom of page