top of page

Penggenapan Waktu


“Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. (5) Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. (6) Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!” Galatia 4:4


Ayat Galatia 4:4 membawa kita kembali ke Taman Eden. Penggenapan waktu bukan sekadar detik kronologi, tetapi detik ilahi di mana semua janji Tuhan bergerak ke satu titik temu iaitu kedatangan Sang Penebus, iaitu Mesias/Penyelamat yang dijanjikan sejak Kejadian 3:15.

Manusia sepatutnya mati kerana pelanggaran dosa di Taman Eden (Kejadian 2:17). Namun Tuhan dalam belas kasihan-Nya bertindak melakukan sesuatu yang tidak terfikir oleh Adam dan Hawa (manusia pertama). Seekor binatang telah disembelih, menjadi satu korban gantian, dan kulit binatang itu digunakan oleh Tuhan menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa. Dalam inisiatif penebusan ini rahmat dan kasih kurnia Tuhan bertemu.

Rahmat Tuhan bererti Tuhan tidak memberikan hukuman yang selayaknya dan kasih kurnia bererti Tuhan memberikan keselamatan yang tidak layak diterima kepada siapa yang Dia hendak berikan.

Di titik inilah bermulanya jalur merah keselamatan, satu garis penebusan yang mengalir melalui seluruh sejarah Alkitab di Perjanjian Lama dan akhirnya memuncak di kayu salib.

Dari kitab Kejadian hingga Maleakhi, Tuhan yang berdaulat mengatur jalan penebusan melalui keturunan Abraham melalui jalur Ishak (Kejadian 17:19), janji kedatangan seorang nabi seperti Musa (Ulangan 18:15) akan datang, dia juga seorang Raja dari keturunan Daud (2 Samuel 7:12–16) yang akan di lahirkan di Betlehem (Mikha 5:2) dan tahun kemunculan Mesias telah dinubuatkan dalam kitab Daniel (Daniel 9:24–27).

Segala korban dalam Perjanjian Lama hanyalah bayangan, ia menunjuk kepada Korban Sempurna yang menjadi kemuncak yang telah datang dalam Kristus Yesus.

Nabi Yesaya telah bernubuat sekitar 700 tahun sebelum Kristus dilahirkan,

“Seorang Anak telah lahir … seorang Putera … Allah yang perkasa … Raja Damai.” (Yesaya 9:5–6)

Semua ini bergerak menuju satu saat: ketika genap waktunya. Dalam kepenuhan waktu itulah adalah kedatangan Yesus Kristus, bukan sebagai simbol, bukan sebagai bayangan, tetapi sebagai realiti penebusan. Kolose 1:15 berkata,

“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan”

Dia adalah Yesus Kristus.Dia adalah Anak Allah yang diutus, mesias yang dijanjikan, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, penggenapan seluruh tuntutan Hukum Taurat, Raja yang telah mati tetapi bangkit kembali dan Dia adalah Tuhan yang akan datang kembali sebagai Tuhan dan Hakim kepada semua yang hidup dan yang telah mati.

Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Dia membuka jalan keselamatan bagi kita. Kita menerima penebusan ini dengan mengaku dan percaya bahawa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati (Roma 10:9-10).

Kita tidak melayani Tuhan supaya diselamatkan,tetapi kerana kita telah diselamatkan. Keselamatan adalah anugerah; pelayanan adalah respon kasih kita kepada Tuhan yang telah menyelamatkan kita.

Natal bukan hanya cerita kelahiran di dalam palung. Natal adalah pintu masuk kepada Paskah. Bayi Yesus datang untuk mati dan bangkit demi kita.

Di dalam Kristus, kita yang percaya menerima damai (Yohanes 14:27), kita memiliki pengharapan yang hidup, kita berjalan dalam kasih kurnia yang memampukan, dan kita menantikan penggenapan sepenuhnya ketika Dia datang kembali.

Sudahkah anda Memiliki Pengharapan Ini? Natal bukan sekadar perayaan; ia adalah undangan.

Adakah anda sudah memiliki pengharapan ini iaitu keselamatan, pengampunan, damai, dan hidup kekal di dalam Tuhan Yesus Kristus?

Jika belum, bukalah hati anda kepada-Nya hari ini dan terimalah Dia sebagai Tuhan dan Penyelamat. Dia hanya sejauh doa. Laluan masuk-Nya adalah hati yang rendah dan terbuka.

Dan bagi yang sudah percaya, tetaplah setia berjalan bersama-Nya.

Pegang pengharapan ini, hidup dalam pujian, syukur, sembah, pelayanan dan ikuti Dia dengan setia sampai ke garis akhir.

Selamat Menyambut dan merayakan Natal 2025. Tuhan Yesus adalah Jalan kebenaran dan hidup. Tiada seorang pun dapat datang kepada Allah Bapa kecuali melalui Dia.

Tuhan memberkati kita semua. Oleh Gembala Jubilie Apin (Pena Rajawali)

Sumber : Facebook @ jubilie apin

Comments


bottom of page