top of page

Cari

3258 results found with an empty search

  • Perkara Pertama-tama

    'Dengarlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruan-ku, berilah telinga akan doaku' (Mazmur 17:1-15, ay.1) ('Hear me, LORD, my plea are just, listen to my cry, hear my prayer', v1) Renungan: Beberapa hari yang lalu kita telah fokus atas bagaimana, supaya mengembangkan akar-akar rohani, yang kita perlu memberi masa berdoa. Kemarin kita mengahkiri dengan mengatakan orang-orang kudus (the saints) masa lampau telah mengatakan bahwa bila akar-akar kita pergi ke dalam Allah, kita sedar bahwa kita semakin kurang berdoa untuk perkara-perkara Dan lebih mau mengenal Allah. Walaubagaimana pun, doa bukanlah semata-mata (not primarily) tentang apakah kita mendapat perkara ini atau perkara itu. Jika aku mengenal Allah barulah perkara menjadi sampingan saja. Tetapi banyak orang Kristian, bahwa perkara-perkara yang lebih penting (are essential). Seorang budak lelaki berkata, 'saya sayang bapa karena dia memberi duit kepadaku' (I love my daddy because he gives me pennies everyday') Doa bagi duit, sayang duit milik kanak-kanak Dan tidak kediwasaan. Yesus mengajar kita untuk mencari pertama kerajaan Allah, Dan perkara-perkara lain akan di tambahkan kepada kita' (Matius 6:33) Seorang kudus tua (an elderly saint) di Kolkata, India mengejutkan orang dalam Kebaktian kesaksian apabila dia katakan, 'Saya mau katakan sorga Dan padamkan api neraka supaya tidak mengasih Allah karena takut dihukumkan atau untuk mendapat upah, tetapi mengasih Dia seperti ada-Nya.' Walaupun kita tidak senang dengan cara dia menjelaskan tujuannya tetapi kita memahami erti di belakangnya. Satu perkara lagi kita berbicara kemarin, ialah untuk memulakan hari dengan doa. Baik juga, kita mengakhirinya dengan doa seperi seekor Camel berlutut di hadapan tuannya untuk mengambil beban pada akhir hari, demikian kita berlutut setiap malam Dan biarlah Allah angkatkan beban yang kita telah angkat sepanjang hari. Coba jangan pergi tidur dengan tidak memalingkan pikiran terhadap Allah dalam doa. Maukah kamu menjadi seorang mempunyai akar-akar rohani pergi lebih dalam? Maka dengan itu ingatlah bahwa akar-akar mu tidak akan bertambah kecuali kamu sedia berdoa - berdoa selalu (and pray regulaly). Ayat-ayat rujukan: Matius 11:28-30; Filipi 3:7-16 Doa: (Prayer): Bapa, saya tahu Engkau memberi tegas bahwa doa bukan untuk membuat saya rasa bersalah (feel guilty) tetapi untuk membinakan hubungan dengan Engkau. Saya minta supaya Engkau membasihi selera (appetite) untuk lebih mau berkuminikasi dengan Engkau. Dalam nama Yesus. Amin Rev Gerawat

  • Beberapa Langkah Lagi

    'Tuhan ALLAH... setiap pagi Ia mempertahankan pendengaran-ku untuk mendengar seperti seorang murid' (Yesaya 50:1-11, ay.4) ('The Sovereign LORD... wakens me morning by morning, wakens my ear to listen like being instructed' (v4) Renungan: Kita gunakan satu hari lagi untuk mempertimbangkan beberapa langkah yang tinggal untuk mengembangkan hidup doa ini. Kelima, masa yang paling baik untuk berdoa, ialah pagi - jika semua boleh. Saya katakan 'jika semua boleh', karena ada orang merasa susah untuk mengambil masa pagi, umpamanya, karena menyediakan anak-anak ke Sekolah. Tetapi pada amnya, masa yang paling baik untuk berdoa pada permulaan hari, karena ia melihat ke hadapan. Selepas masa berdoa di Taman Gethsemane, Yesus berkata, 'Bangkit, mari kita pergi (Mat. 26:46) - pergi untuk menghadap semua yang dihadapan-Nya. Masa doa kita juga boleh berahkir dengan 'Bangkit Dan marilah kita pergi!' - pergi menemukan apa-apa di mana-mana. Keenam, kita pikiran kita melayang-layang masa doa kita jangan risau. Banyak orang bergumul dengan masalah ini, pikiran melayang masa berdoa. Berdoa untuk perkara yang menyebabkan pikiran yang melayang. Jika ia masih ada jangan terlalu susah pikirnya. Ketujuh, seperti yang saya katakan sebelum ini, baik sedar kepada fakta yang kamu tidak mau doa untuk-nya. Mungkin ada perkara dalam hidup-mu, kamu tidak mau fokus atas nya. Pemazmur, berkata, 'Sesungguh-nya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin' (Mazmur 51:6) Jika kamu sangkah bahwa ada sesuatu kamu tidak mau doakan, nyatakan di dalam hadirat Allah. Ahkirnya, kurangkan doa bagi perkara-perkara Dan lebih untuk mendalamkan hubungan dengan Allah. Ini bukan be-erti kamu tidak perlu doakan perkara-perkara, tetapi semua orang kudus (saints) masa lampau beritahu kita bahwa semakin dalam akar kita ke dalam Allah semakin kita beban, bukan untuk mendapat perkara-perkara penting, tetapi supaya lebih dekat kepada-Nya. Ayat-ayat rujukan: Keluaran 33:15-17; 1 Yohanes 14:6-14 Doa: (Prayer): Bapa Syurgawi, selidikilah aku, Dan lihat jika ada dosa yang tersembunyi di dalam aku - tentang perkara-perkara yang saya tidak mau doakan. Tolonglah saya untuk membawanya ke dalam terang. Karena hanya dalam terang - Mu saya akan melihat terang. Dalam nama Yesus. Amin Rev Gerawat

  • Dua Detik Hati Doa

    'Dia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia Dan untuk di utusNya memberitakan Injil' (Markus 3:13-19, ay.14) ('He appointed twelve that they might be with him and that he might send them out to preach', v14) Renungan: Penulis-penulis subjek doa berkata bahawa doa mempunyai banyak segi (aspects) yang berbeza, tetapi saya setuju dengan Dr. E. Stanley Jones yang mengakui bahwa sebenarnya hanya ada dua aspek saja: 'Dua detik hati doa'(the two heartbeats of prayer). Perhubungan (communion) Dan pengutusan (commission). Semua yang telah dikatakan tentang doa iahlah di hubung kait dengan salah satu ke dua aspek ini. Ke dua ini adalah ke dua detik hati doa (the two heartbeats of prayer). Sepertinya jantung mempunyai dua pum (two pumps) untuk bergerak untuk mengelak kematian, demikinlah dengan doa. Pada hari ini kita fokus atas perhubungan (communion) Dan besok atas pengutusan (commission). Banyak tahun dulu, sedang saya berada di Malaysia, saya melihat beberapa orang menyurek getah dari satu kebun getah yang kecil dari pokok yang masih kecil. Mereka taruh cawan di pokok getah Dan menunggu cawan-cawan di penuhi sebelum pindah ke pokok yang lain. Sekarang ada cara yang lebih pantas, tetapi sedang saya lihat, saya ingat tentang doa. Karena apabila kita berdoa kita tekan cawan-cawan kita kepada Allah Dan mengambil kehidupan daripada-Nya. Kuasa Dan penembusan. Setiap hari saya suka beri luka-luka tetapi saya tidak buat begitu. Karena sesuatu, maka cawan tinggal kosong. Dalam pembacaan di depan kita hari ini kita baca bahwa Yesus memilih dua belas murid supaya, pertama mereka bersama-sama dengan Dia Dan keedua, mereka Dia utuskan untuk memberitakan Dan beroleh kuasa atas roh-roh jahat. Perhatikan bahwa perkara pertama, mereka bersama dengan Dia, mereka tingal tetap, baru yang lain akan jadi. Jika kita mengabaikan perhubungan (communion) Dan pengutusan(commission) akan jadi susah. Bila saya jadi Kristian pada umur 16 tahun, bapa saya tulis dalam Alkitab saya: 'Bilek doa yang kosong, hati kosong, tangan kosong. Inilah perkataan saya tidak lupa. Ayat-ayat rujukan: Matius 6:5-14 Doa: (Prayer): Tuhan Yesus, Engkau yang menunjukkan dengan teladan-Mu kepada pengikut-pengikut-Mu bagaimana berhubungan dengan sumbar kuasa melalui doa, Tuhan tolonglah kami hendak untuk berhubung dengan sumbar kuasa yang sama Dan jadi saluran kepada orang lain. Amin Rev Gerawat

  • Damai Di Tengah Badai

    Oleh Stephen Ng (Kesaksian Brenda Yong) Kisah Ayub, seorang lelaki dari Timur, beberapa ribu tahun yang lalu nampaknya berulang dalam hidup Brenda Yong yang, walaupun menghadapi beberapa cabaran paling sukar dalam hidup, menemui ketenangan di tengah badai… Bagi mereka yang mengamalkan Feng Shui, 2016 mungkin merupakan tahun yang malang bagi Brenda Yong Sook Kwan, tetapi walaupun tiga tragedi telah menggegarkan keluarganya, Penasihat Kewangan Berlesen berusia 42 tahun itu menemui ketenangan di tengah badai itu. Ramai orang akan menyerah kalah apabila berhadapan dengan dugaan yang sama dalam hidup, tetapi Brenda mendapat kekuatan baru apabila terpaksa mengatasi tragedi tersebut sendiri. Sebaliknya, dia menjadi seorang wanita yang lebih tabah dan berazam untuk membantu lebih ramai orang mencapai kebebasan kewangan. Untuk berada di kedudukannya kini, Pengarah Urusan Kumpulan KP Financial Group, menyatakan bahawa tiada apa yang boleh berlaku kepadanya melainkan Tuhan yang mengizinkannya. “Saya mengiktiraf kedaulatan Tuhan dalam hidup saya,” katanya. “Tanpa izin-Nya, tiada apa-apa yang boleh berlaku, dan saya tahu Dia mengizinkannya untuk kebaikan saya.” Berasal dari Seremban, ibu kepada tiga anak itu telah melalui beberapa siri dugaan yang dahsyat bersama anak dan suaminya, selepas bil perubatan ibunya telah menelan sebahagian besar wang simpanannya. “Kami terpaksa menjual hartanah kami dan menggadaikan barang kemas untuk menampung perbelanjaan perubatan ibu.” Itu berlaku di sekitar tahun 2003, dan ibunya telah meninggal dunia, tetapi sebelum Brenda sempat berehat, dia terpaksa melalui trauma melihat anak-anaknya dalam kesakitan. Jika perkara ini dicatat dalam sebuah buku, ia akan menjadi satu bab demi bab yang bermula sejurus sebelum bab sebelumnya telah tamat. Tahun 2016 Pada 8.08 pagi 20 Mac 2016, Charlene Tan yang berusia 13 tahun menjerit kesakitan, selepas letupan gas kedengaran dari dapur kondominium mereka di Bandar Sri Damansara . Brenda dan suaminya, Robert Tan Kair Thiam meluru ke dapur dan mendapati anak perempuan mereka terbakar. Mereka memadamkan api tetapi kejadian tersebut berlaku secara tiba-tiba sehingga mereka tidak dapat berbuat apa-apa untuk membantu Charlene. Dia secara tidak sedar telah menghidupkan dapur gas, apabila dia sepatutnya mematikannya, selepas mendapati kebocoran gas. Sebelum dia menyedarinya, ia telah mencetuskan letupan. “Ibu, ini menyakitkan, ini menyakitkan!” dia menjerit sekuat hati. “Setiap titisan air matanya menjerit, ‘Saya perlukan bantuan, Ibu!’” “Kami hanya boleh membawanya ke hospital terdekat,” ingat Brenda, semasa dia berkongsi kisahnya dengan seribu penonton semasa ceramah TEDx di Bangsar pada petang 2 Jun 2019, tiga tahun kemudian. Terdapat bisul di seluruh badannya. Selama 26 hari berikutnya, suami Brenda, Robert Tan menemani anak perempuannya di Unit Rawatan Rapi Hospital KPJ di Damansara Utama. Kemalangan itu berlaku semasa musim kemarau yang disebabkan oleh fenomena iklim El Nino –El Nina pada tahun itu. Pada 5 April, letupan serupa yang disebabkan oleh kebocoran gas di dua restoran di Mid Valley Megamall telah mencederakan lapan orang. Hanya empat bulan selepas letupan tersebut, pada 5 Julai, tahun yang sama, Robert tiba-tiba rebah dan tidak sedarkan diri. Abangnya membawanya ke Hospital KPJ, dan bila dia tiba di pusat kecemasan, Robert telah meninggal dunia. Dia telah mengalami serangan jantung mendadak. “Ini benar-benar tidak dijangka. Dia selalunya sangat cergas, seorang lelaki yang berotot, setinggi enam kaki,” riak wajah Brenda seperti tidak percaya bila menggambarkan arwah suaminya. “Siapakah yang akan percaya dia meninggal dunia akibat serangan jantung? Biopsi menunjukkan bahawa salah satu arterinya tersumbat 100%.” Pada upacara pengebumian selama tiga hari berikutnya, beratus-ratus orang hadir. “Saya sedar bahawa saya sedang menanggung rasa bersalah di dalam hati saya yang kini sedang memudaratkan diri saya,” akui Brenda. “Tiga atau empat hari rasa bersalah sudah cukup untuk membuatkan saya hampir sesak nafas. Setiap empat jam, saya akan mengalami serangan panik, yang merupakan perkara yang sangat serius. “Robert pernah bertanya kepada saya, ‘Adakah anda fikir bahawa anda telah melakukan kesilapan dengan berkahwin dengan saya?’ Saya tiada jawapan. Jadi, saya tidak menjawabnya. Saya tidak tahu bahawa perasaan bersalah benar-benar boleh membunuh anda sehingga pastor saya menangani isu ini secara khusus. Saya mengakuinya di hadapan Tuhan dan menyerahkan kesalahan saya kepada-Nya. Saya berasa Tuhan sedang bercakap dengan saya dan tahu bahawa sehingga akhir hayat Robert, saya telah memberikan yang terbaik kepadanya sebagai seorang isteri.” Dia menangis di depan Tuhan. “Saya mengalami kedamaian yang mendalam dalam jiwa saya yang tidak pernah saya alami sebelum ini,” katanya. Satu lagi Krisis Hanya sebulan selepas pengebumian Robert, anak sulung mereka, Dixon Tan, yang berusia 14 tahun, mendapati beberapa ketulan besar – sebesar bola golf – mula tumbuh di seluruh badannya. Tidak lama kemudian, terdapat tompok-tompok di badannya, yang mengandungi banyak nanah. “Ini mungkin kerana tekanan mental yang dialaminya sangat tinggi kerana pelbagai krisis yang dihadapi oleh keluarga kami. Malah saya sendiri tidak dapat menerimanya. Doktor berkata bahawa keadaan Dixon serius,” Kata Brenda dengan berlinangan air mata, sambil mengenangkan trauma yang dilalui keluarganya. “Sepanjang tempoh ini, oleh kerana saya terpaksa mengharungi begitu banyak kesulitan, Dixon sendiri terpaksa berjalan kaki kira-kira 14 kilometer ke klinik untuk mengambil ubatnya,” tambahnya. “Saya boleh memahami apa yang Dixon terpaksa lalui iaitu seorang remaja yang sedang menghadapi hakikat kematian bapanya dan melihat kakaknya melecur, dan saya yang terpaksa bergegas keluar masuk hospital.” “Saya terdesak. Suami sudah tiada di sisiku. Saya tertanya-tanya dari mana akan datangnya bantuan saya.” Brenda berasa tidak berdaya sama sekali. Melihat ke kanan dan ke kiri, dia tidak menemui sebarang bantuan. “Saya terdesak. Suami saya sudah tiada di sisi,” dia menggambarkan perasaannya ketika itu ketika mendengar nasihat doktor di hospital. “Saya tertanya-tanya dari mana akan datangnya bantuan saya.” Pada masa itu, Brenda berasa seolah-olah segala di dunia peribadinya runtuh. Secara tiba-tiba dia mengalami gelombang panik dan menjadi tergagap-gagap ketika pakar kulit menjelaskan prognosisnya kepada Brenda. “Kami perlu menjalankan pembedahan kecemasan untuk membuang ketulan ini; jika tidak, ini boleh memudaratkan tubuhnya secara serius,” kata doktor itu. Setiap bahagian dalam dirinya mula menjerit meminta tolong. Dia berasa sakit yang tajam di dada kirinya. “Saya fikir ini hanya berlaku dalam filem,” katanya. “Ketika saya mendengar penjelasan doktor, tiba-tiba saya rasa sakit di dalam dada. Saya tidak dapat bercakap. Buat pertama kali, saya berasa seperti watak dalam filem di mana doktor memberitahu berita buruk, dan pelakon memukul dada sendiri apabila tahap tekanan mereka tinggi.” Syukurlah, pembedahan berjalan lancar dan Dixon pulih sepenuhnya, tetapi sekali lagi ia hanya penyelesaian sementara. Badai yang berikutnya Apabila dia sangka bahawa ribut telah berlalu, anak perempuannya yang berusia enam tahun, Ashley tiba-tiba mengalami serangan asma yang teruk. “Dia batuk dengan teruk dan mengalami kesukaran bernafas,” Brenda menyambung, “Saya mengalami terlalu banyak stres dan tekanan sehingga badan saya tidak dapat menanganinya lagi. Ini menyebabkan saya mengalami pendarahan yang sangat banyak akibat dinding rahim yang menebal. Pada usia 42 tahun, rambut saya sudah menjadi putih seluruhnya.” Disebabkan masalah menimpa berturut-turut, perkara-perkara yang berlaku begitu pantas kepadanya sehingga dia berasa seperti dia tidak dapat lagi menghadapinya. “Semasa Ashley diserang asma, saya kehilangan banyak darah. Saya menyedari bahawa saya hanya mempunyai 5.8 pain (2.7 liter) darah, berbanding orang dewasa yang biasanya mempunyai 12 pain (5.7 liter). Pada bila-bila masa, saya tahu saya boleh rebah. Saya memerlukan beberapa pusingan pemindahan darah.” Semasa Ashley menangis meminta tolong pada pagi itu, Brenda telah rebah di lantai tandas, berasa tidak berdaya, kerana dia sendiri mengalami kesakitan yang mendalam. Syukurlah, dia dapat mencapai telefon untuk menghubungi pembantu peribadinya untuk menghubungi ambulans dan ahli gereja, Jane Chow. Apabila Jane tiba, dia segera menghantar Ashley dan Brenda ke pusat kecemasan di Hospital KPJ. “Kemudian sokongan dan bantuan datang daripada rakan kumpulan sel saya yang lain seperti Lee Peng, Seh Wan, Hooi Li dan orang-orang lain yang murah hati dan suka menolong,” Katanya sambil tersenyum, mengingati bagaimana ahli gerejanya telah memberikannya bantuan fisikal. “Bolehkah anda bayangkan ibu dan anak perempuannya terlantar di wad yang sama, dengan tiub intravena di seluruh badan? Mata saya sebak apabila saya melihat betapa tidak berdayanya saya,” kata Brenda sambil berlinang air mata. “Ketika saya melihat Ashley, saya terpaksa bertanya kepada diri sendiri, ‘Bolehkah saya membesarkan tiga anak saya tanpa bapa mereka? Adakah kesihatan saya akan terus merosot?’” “Saya langsung tidak mendapat ruang untuk bernafas. Dalam tempoh hanya lima bulan, selepas letupan pada bulan Mac, kematian mengejut Robert pada bulan Julai, dan pada bulan Ogos, pembedahan Dixon. Pada waktu yang sangat mencabar ini, tangisan adalah terdesak untuk seseorang yang boleh mengangkatnya keluar dari situasinya. “Semua yang ada dalam diri saya mula menjerit,” katanya. “Jika ada seseorang yang boleh mengangkat saya dari jurang kesulitan ini, tolong bantu saya!” Sebagai peneraju dan pelopor dalam industri kewangan, dia tidak pernah merasakan keperluan untuk mengakui kesakitan dalamannya dengan jujur, atau kelemahannya, tetapi kini, dia hampir berputus asa. Mungkin ada yang akan menyalahkan tanda zodiak mereka, atau feng shui tahun berkenaan, Brenda sebaliknya menyerahkan hidupnya kepada Yesus. "Satu perkara yang saya sedar ialah, apabila anda berasa sunyi, dan sedih, satu-satunya orang yang anda boleh berpaling kepada ialah Tuhan, dan Tuhan sahaja," tambah Brenda. Selepas menangguhkan pembedahannya selama beberapa bulan, akhirnya pada 14 Februari 2019, Brenda bersetuju untuk menjalankan pembedahan histerektomi untuk membuang rahim. Pemulihan Semasa melalui trauma dan keputusasaan inilah Brenda mengalami kasih Tuhan yang melebihi apa yang boleh dibayangkannya. Kasih praktikal yang ditunjukkan oleh gerejanya dan komuniti Kristian di negara lain mendorongnya untuk meneruskan kehidupan. “Saya mempunyai sekumpulan pastor dan rakan di Hong Kong yang berdoa untuk saya,” katanya. “Mereka mengikuti perkembangan saya di platform WhatsApp, dan apabila mereka mengetahui tentang apa yang saya alami, mereka mengumpul sedikit dana untuk membeli tiket penerbangan untuk anak-anak saya melawat Hong Kong. Ya, mereka memang memerlukan rehat. Saya merasakan kasih Tuhan menggerakkan komuniti Kristian walaupun di luar Malaysia.” Kumpulan sokongan ibu tunggal dari gerejanya juga memasak untuk anak-anak ketika Brenda dimasukkan ke hospital. “Keluarga Tuhan benar-benar memberikan saya sokongan praktikal yang saya perlukan,” kata Wakil Penasihat Kewangan yang ditauliah oleh Bank Negara. “Atas sebab ini, saya berazam untuk membantu ibu tunggal mencari kebebasan kewangan.” Berpegang pada janji Tuhan, Brenda menjalani imbasan tomografi berkomputer (CT), dan yakin bahawa Tuhan bersamanya sepanjang tempoh traumatik itu. Sebaik sahaja dia menelan cecair barium sulfat, dia memuntahkannya. “Tubuh saya sudah berada di saat genting,” akuinya. “Saya tidak boleh menerima cecair tersebut kerana badan saya menolaknya.” Memetik Ibrani 13:5 dari Alkitab, Brenda berkata Tuhan bersamanya sepanjang masa, “kerana Dia sendiri telah berfirman, ‘AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAMU, DAN AKU TIDAK AKAN MENINGGALKAN KAMU,’ dan dengan Tuhan ada kepastian yang mutlak.” Ini mendatangkan keselesaan dan kedamaian yang menjangkaui pemahamannya sambil dia terus merenungkan janji-janji Tuhan. Ibrani 13:5-6 Pastikan watak anda bebas dari mencintakan wang, berpuas hatilah dengan apa yang anda ada; kerana Dia sendiri telah berfirman, "AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAMU, DAN AKU TIDAK AKAN MENINGGALKAN KAMU," sehingga dengan yakin kita berkata, "TUHAN ADALAH PENOLONGKU, AKU TIDAK AKAN KETAKUTAN. APA YANG MANUSIA DAPAT LAKUKAN KEPADAKU?” “Hati saya sangat terhibur apabila mengetahuinya," dia bersaksi. “Saya memberitahu Tuhan bahawa saya tidak sanggup minum dan muntah cecair tersebut. Saya tahu saya perlu meminumnya, dan melengkapkan imbasan CT dan Tuhan membantu saya mengatasinya. Saya mendapati kedamaian di tengah badai. Semasa saya berada dalam mesin CT, saya mula memahami apa yang Paulus tulis kepada gereja Filipi – ‘damai sejahtera Tuhan, yang melampaui segala pemahaman, akan menjaga hati dan fikiran kamu dalam Kristus Yesus.’” Pembedahan itu berjaya, dan kesihatan Ashley beransur pulih. Apabila Brenda kemudiannya dijemput untuk bercakap kepada hadirin di majlis TEDx di Bangsar, pemegang Lesen Wakil Perkhidmatan Pasaran Modal (CMSRL) berkata bahawa dia bertuah kerana telah menemui Raja dalam hidupnya – seseorang yang membentuk peribadinya sesuai dengan kehendak Tuhan. “Dia tidak lain dari Yesus Kristus, penebus dan pemulih yang agung,” dia mengakhiri wawancara dengan jayanya. Sumber : www.christianitymalaysia.com

  • Pimpinan Yang Berterusan

    'Tetapi bangunlah Dan pergilah ke dalam kota, di sana akan di katakan kepada mu, apa yang harus kauperbuat.' (KPR 9: 1-19, ay.6) ('Now get up and go into the city, and you will be told what must do', v6) Renungan: Menyusuli daripada yang kita kata kemarin, bila melihat sekarang kepada aspek doa yang kedua, Pengutusan (Commission). Dalam pembacaan hari ini kita melihat Paulus dari Tarsus bertemu dengan Kristus yang hidup. Dalam jawapan kepada pertanyaan 'siapahkah Engkau, Tuhan?' (ayat 6) Yesus menjawap, engkau akan diberitahu apa yang engkau mesti buat! Pertemuan yang pertama dengan Yesus di jalan Damascus mungkin hanya beberapa saat saja, tetapi dia di beritahu apa yang dia harus buat sesuatu. Jelas sekali bahwa dia teruskan perhubungan nya dengan Allah, Dan pengutusan nya did nyatakan kepada Ananias Dan juga kepada Saul (ayat 11-16) - perhubungan (communion) disusuli dengan pengutusan (commission). Perhubungan selalu di susuli dengan perasaan pengutusan, karena Allah mau kita bukan hanya bersama dengan Dia tetapi juga bersama dengan orang lain. Kita di selamat untuk melayani, Dan kesuali kita melayani orang lain kita akan mementingkan diri senderi (self-centred) Dan hanya memikirkan diri sendiri saja. Banyak orang Kristian merasa puas hati terlibat dengan kehidupan mereka dalam Gereja pada hari Ahad Dan mungkin terlibat dalam persekutuan doa di rumah setiap minggu. Tetapi di antara dua perkara ini persekutuan Dan menyembah ada ruang yang jauh jika sedikit atau tidak persekutuan (communion) dengan Allah. Jika kita mau tahu apa yang Allah ingin bagi kita, kita harus bersekutu dengan Dia terus-menerus. Dia mau terlibat dalam semua yang berkenan dengan kita - memimpin, mendorong Dan menggerakkan. Mereka yang tiada rasa pimpinan dalam hidup mereka kehilangan sesuatu yang sangat penting. Perhubungan hari ini berbiza dari yang kemarin, tetapi bagaimana kita bahwa jika kita tidak ada dalam persekutuan dengan Dia? Jika kita tidak dipimpin oleh Allah mungkin ada sesuatu yang memimpin kita - mungkin keinginan kita untuk dipimpin sendiri, diurus sendiri Dan dirosak sendiri, karena kita tidak baik Dan tidak mengenal yang baik untuk memimpin hidup kita. Ayat-ayat rujukan: KPR. 10:30-33; 11: 4-17 Doa: (Prayer): Allah Bapa, tolong saya menjadi seorang yang di pimpin - seorang yang mengikuti petunjukkan-Mu , bukan kadang - kadang tetapi terus-menerus. Biarlah saya sedar akan jamahan-Mu atas hidup saya Dan pergi ke mana Engau kehendak aku pergi. Dalam nama Yesus. Amin Rev Gerawat

  • Kisah Benar Tentang Bapa Ku

    Pada usia 5 tahun saya kehilangan seorang pribadi yang dipanggil bapa. Masih segar difikiran saya suatu hari ketika Ibu saya sedang membuat persiapan untuk bapa ke luar kota untuk menghantar pelanggannya. Tiba-tiba bapa berkata, bulan ini adalah perayaan Deepavali (perayaan orang-orang India, october 1975) lalu bapa saya berjanji sekembali beliau dari luar kota dia akan membeli kasut buat anak-anaknya (kami 8 orang bersaudara). Bapa mengambil ukuran kasut kami dengan memakai lidi (kayu lidi), lalu beliau berangkat keluar kota. Tiba-tiba suatu malam ada yang mengetuk pintu rumah kami dengan sangat kuat, Ibu keluar membuka pintu dan kami semua terjaga dari tidur, tiba-tiba saya mendengar teriakan yang sangat kuat (ternyata itu suara Ibu). Kami mendapat berita bahwa waktu dalam perjalanan ke luar kota bapa saya mengalami kemalangan dan bapa saya di rumah sakit dalam keadaan yang sangat kritikal. Menurut Ibu saya waktu bapa saya terlantar di rumah sakit dia berteriak sambil berkata, "saya tidak mau mati! saya ada 8 orang anak yang harus dijaga." Keadaan bapa saya sangat kritikal dan tidak dapat di selamatkan lalu tidak lama kemudian bapa meninggal di rumah sakit. Kematiannya merupakan suatu pukulan saya sangat besar buat saya sekalipun usia saya waktu itu hanya lima tahun. Satu hal yang pasti saya tahu bapa saya seorang penyayang, dia begitu mengasihi kami anak-anaknya. Dalam proses pertumbuhan dari remaja sampai usia dewasa krisis hati bapa selalu menjadi persoalan besar dalam kehidupan saya. Ketika melihat teman-teman yang lain punya bapa dan saya tidak, hal ini selalu menganggu dan membuat saya sangat-sangat sedih, frustrasi dan depresi dalam menjalani kehidupan ini dan bahkan seringkali saya meratapi kejadian yang menimpa kehidupan ini. Hidup tanpa bapa merupakan suatu siksaan secara emosional dan mental, itu yang saya alami ketika beranjak dari usia remaja ke dewasa. Setiap hari, setiap bulan dan bertahun-tahun saya mengalami siksaan secara mental kerna krisis hati bapa. Rasanya dada ini sesak ada bagian dalam kehidupan saya yang hilang dan saya tahu dengan pasti saya perlu pemulihan hati bapa. Pada tahun 1994, waktu masih menjalankan pendidikan thelogia di Sekolah ALKITAB - Tawangmanggu (SAT). Di petang hari selesai makan malam waktu dalam perjalanan dari ruang makan menuju ke bilik asrama saya secara tiba-tiba saya merasa ada orang yang memegang bahu saya dan menuntun saya ke gua doa untuk berdoa. Lalu saya pun mulai berdoa, menangis dan saya tanyakan kepada Tuhan, Tuhan mengapa saya harus melalui kehidupan tanpa ini tanpa bapa? Why Lord, Why? Sambil berdoa, tiba-tiba diruang doa itu saya melihat seorang peribadi yang berdiri dihadapan saya dan berkata, "Anak-Ku akulah Bapamu." Saya menangis dan menangis cukup lama di ruang doa tersebut. Lalu peribadi itu iaitu Yesus berkata kepada saya, "Anak-Ku, Akulah Bapamu. Datang kepada-Ku, dakaplah Aku." Waktu saya memeluk Peribadi itu, dada yang sesak dari usia remaja sampai bertahun-tahun itu secara tiba-tiba terangkat dan saya merasa suatu ketenangan yang tak terungkapkan dengan kata-kata. Beberapa minggu sesudah kejadian itu pemimpin Sekolah Alkitab saya berkhotbah tentang kuasa dari dakapan. Lalu beliau juga berkata bahwa sesudah ibadah pemimpin kami mahu memeluk setiap kami dalam ruangan itu. Waktu giliran saya dipeluk, saya kembali ‘breakdown’ menangis dan hancur hati. Sesudah bapa meninggal tidak pernah ada lelaki yang bergelar bapa memeluk saya. Hari itu terobosan (breakthrough) buat saya. Tuhan memulihkan krisis hati bapa yang tidak pernah saya alami dari usia remaja. Hari itu merupakan suatu turning point dalam kehidupan saya. Saya menyedari Yesus sebagai Bapa dan sekaligus Tuhan dan kekasih dalam kehidupan saya. Hari itu ketika hati saya dipulihkan oleh Tuhan Yesus saya menyedari dengan sesungguhnya bahwa hidup ini suatu anugerah dan kasih karunia Tuhan yang tak terhingga. Tuhan mempercayakan saya dengan dua orang anak yang luarbiasa dan saya dapat mengasihi mereka dengan semaksimal mungkin kerana kasih Tuhan yang di limpahkan dalam kehidupan saya dan krisis hati bapa tidak lagi menjadi persoalan dan penghalang dalam kehidupan saya lagi. Hargai bapamu selagi waktu masih mengizinkan, jangan sampai suatu hari nanti anda tersiksa secara emosional dan mental atas kesalahan yang anda buat dan akibatnya boleh menjadi sangat fatal. Penyesalan tidak akan mengubah keadaan tetapi menyedari dan membetulkan yang salah dalam kehidupanmu yang akan mengubah hidupmu dan anda akan diwarnai oleh kasih dan hati Bapa di surga. Selamat Hari Bapa 2022 Oleh Pr Matthew Singh

  • Cuaca Doa

    'Engkau yang mendengarkan doa, kepada-Mulah datang semua yang hidup' (Mazmur 65:1-13, ay.12) ('You who answer prayer, to you all people will come.' v12) Hari ini kita terus pikirkan tentang langkah-langkah yang kita ambil untuk mendalamkan akar-akar rohani melalui doa. Ketiga, memperingatkan diri bahawa Allah lebih mahu daripada-mu untuk mendirikan dua arah perhubungan (two-way communication). Seseorang ada berkata, 'Doa tidaklah datang kepada Allah dengan segan tetapi berpegang kepada-Nya dengan kehendak yang tinggi. Apabila datang menghadap karusi anugerah (throne of grace), kita diarahkan oleh pengarang Iberani datang 'dengan harapan' ('with confidence') atau ada penterjemah katakan, 'dengan berani', ('boldly'), Ibrani 4:16. Karena dia yang di atas karusi telah memakai keadaan daging kita (worn our flesh) Dan mengatahui dengan pasti perasaan kita, kita tidak perlu merasa segan atau merasa malu datang menghadap Dia. Halangan-halangan sudah turun (His barriers are down). Apa yang perlu kita buat turunkan segala halangan kita. Doa membiarkan kasih Allah, kemurahan Dan anugerah-Nya mengalir me dalam. Keempat, sediakan pam rohani (spiritual pump) dengan bacaan dari Firman Tuhan. Biarlah Allah berbicara kepada-mu melalui perkataan-mu. Cara yang sederhana ini (simple formular), jika saya boleh gunakan ini - yang telah mengubahkan hidup doa jutaan orang. Saya telak kongsikannya dengan orang dalam tahun-tahun yang lalu dengan mengarangkan "Everyday with Jesus". George Muller, yang kita telah sebut sebelum ini, melihat mujizat tangan Allah campur tangan tiap hari. Dia katakan membaca Firman Tuhan sebelum dia berdoa telah mengubahkan masa doa dia. Ingatlah fakta ini bahwa saya berbicara di sini berkenan dengan membentukkan hidup doa (a devotional life of prayer). Bila masa kecemasan (emergency) kamu hanya perlu berlutut dalam hadirat Allah Dan meluahkan beban-mu di hadapan-Nya. Dia mengerti-nya. Tetapi pengalaman menunjukkan bahwa masa devotional yang paling best ialah membiarkan Allah berbicara kepada-mu terlebih dahulu. Ayat-ayat rujukan. 1 Yohanes 4:7-19 Doa: (Prayer): Tuhan Yesus, tolongkan saya mengerti bahawa dalam hadirat-Mu saya akan diubah menjadi seperti Engkau. Saya akan keluar dari masa doa lebih semangat Dan hidup bagi-Mu Dan lebih semangat Dan hidup bagi orang lain. Amen Rev Gerawat

  • Melabur Dalam Harta Surgawi

    Petikan Ayat: Matius 6:19-20; 25:1-30 Renungan Peribadi: Ini adalah isu besar. Yesus sering bercakap tentang wang. Dia sangat mengambil berat tentang cara kita mengendalikan harta benda yang Dia letakkan dalam jagaan kita. Kepada orang yang mengendalikan wang Tuhan dengan baik, Yesus memberikan pujian yang luar biasa: “Bagus, hamba yang setia, masuklah ke dalam sukacita kebahagiaan tuanmu!” Sebaliknya, kepada orang yang mengurus wang Tuhan dengan buruk, Yesus mempunyai kecaman yang hebat: “Hai hamba yang jahat dan malas! Ambil wang itu daripadanya dan berikan kepda mereka yang tahu menggunakannya dengan baik.” (Mat 25:1-30). Note: Three heavenly treasures we should start investing in today: i/Heart, ii/People, & iii/God’s Presence. Bersedia Mengumpul Mahkota Anda di Sorga (Ready to Collect Your Crowns in Heaven) Tuhan telah menjanjikan mahkota kepada semua yang “mencintai dan menantikan kedatanganNya,” tetapi ada mahkota lain untuk diberikan kepada Yesus. Ganjaran mahkota ini bukan “harta” yang kita simpan di Sorga untuk kegunaan masa depan kita (Mat 6:19-21). Ia juga bukan penentu berapa banyak tanggungjawab yang akan atau tidak akan kita miliki di Sorga (Mat 25:14-30). Semua itu adalah objek surgawi yang akan kita terima dan kemudian diletakkan di kaki Yesus: -Mahkota Kemuliaan & Sukacita atau Mahkota Pemenang Jiwa (Filipi 4:1, & 1 Tesalonika 2:17-20) -Mahkota Menang Ujian & Kekal Disiplin Diri (1 Kor 9:24-27 & 2 Tim 2:5-7) -Mahkota Kebenaran atau Mahkota Mencintai Kedatangan Tuhan (2 Tim 4:6-8) -Mahkota Kehidupan atau Mahkota Martir (Yak 1:12 dan Why 2:10) -Mahkota Kemuliaan atau Mahkota Gembala (1 Pet 5:1-4) Soalan Aplikasi: Saudara, apakah kesedaran dan keinsafan akan kebenaran firman Tuhan itu, membuat anda ingin :- bertobat dari mencari hal-hal duniawi? ganti harta-harta duniawi dan cinta terhadapnya, kepada cinta yang lebih dalam kepada Yesus? atur ulang prioritas anda? Doa: Bapa kami yang ada di syorga, dimuliakanlah nama-Mu; Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam syorga. Berilah kami rezeki pada hari ini; dan ampunilah kesalahan kami; seperti kami pun mengampuni, yang bersalah pada kami; Dan jangan lah masukkan kami ke dalam pencobaan; tetapi bebaskanlah kami, dari yang jahat. Amin. Pr. Roland Satu Ukab

  • Kepastian Keselamatan

    Petikan Ayat: 1 Yohanes 5:11-13; Yakubus 5:7-12 Renungan Peribadi: Pastikan Anda Percaya Yesus Sebagai Tuhan dan Juruselamat. Yakobus mendorong orang percaya untuk tidak meninggalkan Yesus disaat mereka menantikan kedatanganNya. Namun tidak sedikit orang Kristian berjuang dengan ketidakpastian tentang keselamatan mereka. Jika saudara menghadapi hal ini, anda pasti akan ditolong dengan sedikit petunjuk berikutnya. “Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahawa kamu memiliki hidup yang kekal.” 1 Yohanes 5:11-13). Kita tidak sering memikirkan Tuhan bersaksi kepada kita. Kita menganggap diri kita bersaksi untuk Dia. Tetapi ayat-ayat ini menggambarkan kandungan kesaksian Tuhan. Sekiranya terdapat sebarang kesaksian dalam ruang sidang kehidupan yang patut kita dengar, ia adalah kesaksian Tuhan sendiri. {… If there ever was any testimony in the courtroom of life that we ought to listen to, it would be God’s own testimony.} Yesus sendiri membetul dan meyakinkan murid-muridnya, “…tetapi bersukacitalah kerana namamu ada terdaftar di sorga.” (Lukas 10:20… dari konteks vs.17-20) Beberapa ayat kepastian keselamatan buat anda: i/ Kita tahau bahawa kita memiliki hidup yang kekal kerana Allah yang menyatakannya. (baca 1 Yoh 5:13). ii/ Kita tahau bahawa kita memiliki hidup yang kekal kerana perubahan telah mengambil tempat dalam hidup kita sejak kita menjadi Kristian. (baca 2 Korintus 5:17). iii/ Kita tahau bahawa kita memiliki hidup yang kekal kerana kita bersedia bersaksi Kristus dengan orang lain (baca Rom 1:16). iv/ Kita tahau bahawa kita memiliki hidup yang kekal kerana kita mahu hidup beribadah. (Titus 2:11-12). Soalan Aplikasi: Saudara, apakah hidup anda merupakan kehidupan berpengetahuan dalam Kitab Suci? Tahukah anda bahwa Tuhan yang penuh kasih senang serta rindu bersekutu dengan anda? Percayalah, Yesus adalah jalan menuju persekutuan ini. Bagaimanakah mengetahui kita mempunyai kehidupan kekal, membentuk kehidupan kita sekarang? Apa yang menjadi akar keinginan hidup kekal kita untuk mengelakkan neraka dan mendapatkan syurga, atau hubungan intim dengan Tuhan. Dari sudut pandang Tuhan, apakah yang Dia kehendaki? Doa: Bapa surgawi Yang Mahakuasa, firman-Mu dalam Kitab Suci dengan jelas menjelaskan kebenaran-Mu apa arti hidup yang kekal bagi kami; ini seharusnya menantang dan mengubah cara berpikir saya. Engkau telah memulihkan kembali kehidupanku yang penuh dosa untuk hubungan yang intim dengan-Mu. Tolong saya melihat ini sebagai kecenderungan natural dari keinginan-Mu untuk-ku. Tolonglah saya untuk tidak terlalu menekankan kehidupanku sendiri di dunia ini, melainkan untuk mengikuti keinginan hatiMu terhadap jiwa-jiwa yang terhilang. Dalam nama Yesus saya berdoa. Amin. Pr Roland

  • Aku Memilihmu untuk Berbuah

    Petikan Ayat : Yohanes 15:16 Renungan Peribadi: “Bukan kamu yang memilih aku, tapi aku yang memilih kamu dan menetapkan bahwa kamu harus pergi dan menghasilkan buah”, Yohanes 15:16. Sebagai kesimpulan dari lima siri bagian pertama (KUNCI SUKSES HIDUP BERBUAH: Suatu Perspektif Bersedia Menantikan Kedatangan Tuhan), saya anggap amatlah paling tepat untuk mengizinkan Yesus berbicara secara pribadi kepada kita masing-masing melalui pernyataanNya seperti ayat dikutip di atas. Pada hari setelah malam di mana Yesus mengucapkan kata-kata ini kepada sebelas murid, dan kepada kita juga ... Dia meletakkan diri-Nya di kayu salib dan membeli kita dengan darah-Nya. Kita sekarang adalah buahNya dan pembawa buahNya. Satu-satunya buah yang akan bertahan sampai hidup yang kekal adalah buah yang tumbuh dari salib. “Saatnya telah tiba bagi Anak Manusia untuk dimuliakan. Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika sebutir gandum tidak jatuh ke dalam bumi dan mati, ia tetap sendirian, tetapi jika ia mati, ia menghasilkan banyak buah” (Yohanes 12:23-24). “Kamu tidak memilih Aku, tetapi Aku yang memilih kamu… pergi dan berbuahlah”. Jika keadaan anda menjadi sukar… Saya bertanggung-jawab sepenuhnya! Jika anda harus goyah... Saya telah menuntut(claim) anda! Jika kerja anda dipertaruhkan tanpa membuahkan hasil... Itu adalah pekerjaan Saya dan kehormatan Saya! Saudara, adalah tanggungjawab penuh Yesus yang mempunyai segala kuasa untuk memanggil anda - untuk menggalakkan dan membuat anda berbuah. Dia tidak akan dengan mudah membiarkan kebijaksanaan ilahiNya dicemuh; Dia tidak akan memandang enteng tangisanmu meminta pertolongan. Dia yang mempunyai seluruh surga layak apabila dia mahu memanggil anda dan menghasilkan buah yang kekal. Soalan Aplikasi: Saudara, apakah anda akan pernah memilih Yesus seandainya Dia sendiri tidak menyatakan kepadamu kemuliaan BapaNya? Apakah anda akan pernah mengasihiNya jika Dia tidak dahulu mengasihi anda? Apakah anda akan pernah memilih Dia jika Dia tidak memanggil anda dulu? Doa: Ya Allah dan Bapa surgawi, saya mohon ampun dan maaf kerana cara saya memilih Engkau jauh berbeza daripada cara Tuhan memilih saya. Ketika Engkau memanggil saya dengan nama-ku, cara Engaku memilih adalah untuk mencipta saya semula, untuk memberi kehidupan baru dan saya dilahirkan kembali dan dijadikan anak Mu. Segala syukur dan terima kasih bagi-Mu Tuhan, Allah dan Bapa surgawi-ku! Dalam nama Yesus saya berdoa. Amin. Pr Roland

  • Dari Buahnya Kamu Akan Mengenali Mereka

    Petikan Ayat: Galatia 5:22-25; Matius 7:16 Renungan Peribadi: Rencana Tuhan untuk hidup anda bukanlah agar anda akan berjaya, sebaliknya Dia mahu anda berbuah. “Tetapi buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Terhadap perkara sedemikian tidak ada undang-undang. Mereka yang menjadi milik Kristus telah menyalibkan sifat berdosa dengan nafsu dan keinginannya. Oleh kerana kita hidup oleh Roh, marilah kita terus berjalan bersama dengan Roh.” (Galatia 4:22-25). 1. Buah adalah bukti hubungan saya dengan Yesus. (In the science of tree-bearing fruits)Dalam ilmu buah yang menghasilkan pohon, banyak cabang lain pada pokok anggur yang hanya menumbuhkan daun tetapi tidak menghasilkan buah. Meskipun penuh dengan daun, mereka dipotong dan dibakar karena bersaing dengan cabang-cabang yang berbuah untuk kehidupan pokok anggur. Cabang-cabang yang berdaun hanya merupakan ikatan yang dangkal - tidak berguna bagi pokok anggur dan penanam anggur. 2. Saya tidak bisa menghasilkan buah; Saya hanya menghasilkan buah yang Yesus hasilkan. Konsep ini tidak dapat diilustrasikan dengan lebih baik sebagai berikut: Tanggungjawab saya sebagai cabang hanyalah untuk tersedia bagi Tuhan, melalui Roh Kudus, untuk menghasilkan buahNya melalui saya. 3. Cabang yang dipangkas menghasilkan lebih banyak buah. Salah seorang hamba yang paling berbuah dalam sejarah kekristenan adalah seorang pria kecil bernama Paulus. Tuhan menggunakan Rasul "Pendek" untuk memulai gereja dan menulis lebih dari setengah kitab dalam Perjanjian Baru. Tetapi ketika anda membaca sejarah Kisah Para Rasul anda melihat bahwa hidupnya penuh dengan penderitaan dan musuh. Dengan kata lain, Tuhan melakukan banyak pemangkasan dalam hidupnya (Baca 2 Korintus 11:24-27). 4. Tanggungjawab utama saya adalah untuk terus berhubung dengan Yesus. Perkataan terbaik untuk menggambarkan hubungan dahan dengan pokok anggur ialah pergantungan. Dahan hanyalah lanjutan dari pokok anggur. Jangan sekali-kali menjalani hidup anda dengan membalikkan fakta ini. Pengakuan anda seharusnya, “Saya bergantung kepada Yesus sebagai pokok anggur untuk membenarkan hidup-Nya mengalir melalui saya.” Soalan Aplikasi : Apakah anda telah menjadikan Yohanes 15:5 sebagai salah satu ayat hidup anda? Alkitab berkata anda dan saya boleh membuat hubungan penting dengan Yesus melalui pertobatan dan iman dengan berpaling daripada dosa dan diri sendiri, dan mempercayai Kristus sebagai Penyelamat anda, Dia Pokok Anggur yang benar. Doa : Tuhan, terima kasih kerana Engkau sudi memberi saya makan dan mengangkat saya dari ketandusan. Roh Kudus, tolong saya untuk memperbaharui komitmen saya untuk tinggal di dalam Kristus supaya saya boleh menghasilkan buah, lebih banyak buah, dan banyak buah watak dan tingkahlaku Kristus untuk kemuliaan Tuhan! Amin. Pr Roland

  • Yesus Yang Hidup Dalam Saya

    Petikan Ayat: Yohanes 15:1-5 Renungan Peribadi: Tinggal di dalam Kristus berarti Yesus yang tinggal di dalam saya; Saya dicantumkan kepada Kristus yang membolehkan saya menghasilkan buah Kristus dalam diri saya. Semasa kita dicantumkan dan tinggal di dalam Kristus, kita menerima pertolongan Tuhan. Kita diberi makan, dipangkas agar dapat dengan lebat menghasilkan buah watak Kristian, dan tingkah laku Kristian. Kita mesti terus memupuk hubungan itu setiap hari. Bagaimana? Melalui firman Allah, melalui peribadi berdoa, dan melalui rajin mengikuti persekutuan Kristian. Tidak ada rahasia dalam menjalani kehidupan yang berbuah. Kuncinya adalah - Yesus hidup di dalam saya (Yohanes 15:1-5). Yesus berjanji akan mengirim Roh Kudus untuk tinggal di dalam para murid, dan Roh Kudus akan bersaksi tentang Yesus. Dia akan memberi kuasa kepada orang percaya untuk menunjukkan kepribadian Yesus (karakter dan perilaku) - yaitu Buah Roh. Soalan Aplikasi: Saudara, adakah anda telah dicantumkan ke dalam Kristus, iaitu dengan pengakuan, percaya dan menerima Yesus dengan iman dan setia dengan pembaptisan anda? Adakah anda menghasilkan buah watak Kristian dan tingkah laku Kristian? Atau adakah anda dahan yang tandus? Tuhan mahu memberi anda makan. Dia mahu mengangkat kamu, dan Yesus mau memangkas anda supaya anda boleh menghasilkan buah untuk kemuliaan-Nya. Doa: Yesus Kristus yang kami kasihi, terima kasih kerana Engkau adalah anggur yang benar. Tolong aku oleh Roh Kudus-Mu, untuk tinggal di dalam Engkau, untuk melekat dan berpegang teguh pada-Mu. Tolong jalani hidupku dalam persekutuan yang intim dengan-Mu. Jangan pernah melepaskan peganganMu sesaat pun dari aku. Dalam nama-Mu Yesus, Tuhan dan Juruselamat aku berdoa. Amin. Pr Roland

bottom of page